Tata Tertib Sekolah

 

PEMERINTAH KOTA SEMARANG

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 33SEMARANG

Jalan Kompol. R. Soekanto Tembalang Semarang (76580644)

 e-mail: smp33semarang@yahoo.co.id


TATA  KRAMA  DAN TATA  TERTIB  SISWA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Nomor: 422 / 346 / 2017

           A. KETENTUAN UMUM

  1. Tata krama dan tata tertib siswa ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi siswa dalam bersikap, bertutur kata, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
  2. Tata krama dan tata tertib ini dibuat berdasarkan dimensi sikap dalam SKL jenjang SMP, yakni memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tata krama dan tata tertib siswa SMP Negeri 33 Semarang dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab.

        

          B. KEIMANAN, KETAKWAAN, DAN KEGIATAN KEAGAMAAN

  1. Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Setiap siswa wajib menjalankan kegiatan ibadah di sekolah yang diatur jadwal pelaksanaannya oleh sekolah.
  3. Setiap menjalankan kegiatan ibadah, siswa wajib mengisi daftar hadir.

 

          C. KETENTUAN KEDISIPLINAN

1. KEHADIRAN DI KELAS

  1. Siswa harus sudah berada di kelas pada pukul 06.45 WIB.
  2. Jika guru belum datang di kelas setelah 5 menit, ketua kelas segera memberitahukan kepada guru piket atau Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum untuk memperoleh tugas
  3. Sebelum kegiatan pembelajaran jam pertama, siswa bersama di kelas masing – masing menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan berdoa.
  4. Selama berada di dalam kelas dan pelajaran berlangsung siswa tidak diperkenankan makan, minum,  dan melakukan komunikasi menggunakan piranti elektronik kecuali seijin guru.
  5. Siswa dilarang melakukan perayaan ulang tahun di kelas dan di lingkungan sekolah yang dapat mengganggu ketertiban.
  6. Siswa wajib mengunci pintu dan jendela kelas apabila meninggalkan kelas bersama-sama (pelajaran Olah Raga, pelajaran di Laboratorium IPA, Komputer, Bahasa Inggris, Kesenian dan ketika upacara).
  7. Selama jam pelajaran berlangsung siswa dilarang berada di UKS, masjid, perpustakaan, kantin, dan ruang-ruang lain tanpa ijin.

2. ABSEN

  1. Apabila siswa tidak hadir di kelas harus memberikan informasi/alasan ketidakhadirannya dengan surat keterangan dari orang tua/wali siswa dan diserahkan kepada staf tata usaha, wali kelas, guru BK, atau pimpinan sekolah.
  2. Apabila ketidakhadiran tersebut karena sakit lebih dari 3 hari harus disertai dengan surat keterangan dari dokter.
  3. Apabila terbukti bahwa surat keterangan ketidakhadiran siswa yang bersangkutan tidak sah, maka ketidakhadiran siswa yang bersangkutan dianggap alpa.
  4. Jika pada jam sekolah ada rencana ijin meninggalkan sekolah untuk kepentingan keluarga, orang tua/wali siswa mengajukan ijin kepada bpk/ibu guru Bimbingan Konseling.
  5. Dalam hal situasi sangat mendesak, diperbolehkan ijin melalui telepon, namun pada hari berikutnya harus membawa surat ijin yang disampaikan  kepada bpk/ibu guru Bimbingan Konseling atau wali kelas.
  1. UPACARA BENDERA
    1. Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.
    2. Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan oleh sekolah.
    3. Untuk upacara setiap hari Senin seluruh siswa harus sudah berada dilapangan pukul 06.45 WIB.

               D. SOPAN SANTUN DAN AKHLAK MULIA DALAM PERGAULAN

  1. Mengucapkan salam apabila bertemu dengan kepala sekolah, guru, karyawan, dan sesama teman.
  2. Hormat dan patuh terhadap kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah.
  3. Menjaga nama baik sekolah, kepala Sekolah, guru, karyawan dan siswa SMP Negeri 33 Semarang.
  4. Saling menghormati antar sesama siswa, menghargai perbedaan pendapat, menghargai perbedaan agama dan latar belakang budaya masing-masing.
  5. Menghormati ide, pikiran, hak cipta dan hak milik orang lain, teman dan warga sekolah.
  6. Menyampaikan pendapat, saran dan usul secara sopan, tanpa menyinggung perasaan orang lain.
  7. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa orang lain.
  8. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah di lakukan dan meminta maaf, apabila melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.
  9. Menggunakan bahasa yang baik, benar, dan beradab dalam pergaulan dan tidak melakukan bullying verbal misalnya memanggil nama teman tidak sesuai dengan namanya.
  10. Menjaga ketenangan dan kenyamanan dengan tidak membuat keributan, kegaduhan, berbicara terlalu keras yang dapat mengganggu kelancaran proses belajar dan pembelajaran di sekolah.

            E. KETENTUAN PAKAIAN DAN PENAMPILAN

  1. SERAGAM SEKOLAH
    1. Hari Senin pakaian seragam OSIS putih biru berdasi dan bertopi.
    2. Hari Selasa pakaian seragam batik semarangan biru dan bawahan hitam ( kelas VII )
    3. Hari Selasa pakaian seragam OSIS putih biru berdasi ( kelas VIII )
    4. Hari Rabu pakaian seragam batik hijau dan bawahan putih.
    5. Hari Kamis pakaian seragam kotak- kotak dan bawahan hitam ( kelas VII ) bawahan putih ( kelas VIII dan IX).
    6. Hari Jum’at pakaian seragam pramuka.
    7. Untuk siswi yang berjilbab, hari Senin s.d Kamis memakai jilbab berwarna putih polos, hari Jumat memakai jilbab berwarna coklat tua polos.
    8. Hari senin, selasa, rabu dan jumat sepatu hitam polos.
    9. Hari kamis sepatu hitam boleh ada variasi.
    10. Hari Senin s.d Kamis kaos kaki putih dengan ukuran panjang 10 cm dari mata kaki
    11. Hari Jumat kaos kaki hitam dengan ukuran panjang 10 cm dari mata kaki
    12. Model pakaian seragam sekolah harus sesuai dengan ketentuan.
    13. Ikat pinggang warna hitam lebar 3 cm gasper berlogo SMP N 33.
    14. Seragam tidak boleh ketat agar tidak mengganggu peredaran darah.
    15. Seragam olah raga wajib dipakai pada jam pelajaran olah raga.
    16. Pada saat upacara wajib menggunakan topi.
    17. Semua seragam sekolah harus dilengkapi dengan atribut sesuai dengan ketentuan.

 

  1. PERHIASAN, RAMBUT, DAN KUKU
    1. Siswa putra tidak diperkenankan memakai perhiasan apapun kecuali jam tangan.
    2. Siswa putri tidak diperkenankan memakai perhiasan kecuali jam tangan dan anting
    3. Rambut siswa putri yang tidak berjilbab harus ditata rapi, dan telinga harus kelihatan.
    4. Rambut siswa putra dipotong rapi, bersih, sopan dan terpelihara dengan ketentuan bagian depan 3 cm diatas alis, samping diatas telinga dan belakang tidak menutup kerah leher baju, dan tidak bermodel Mohank, undercut dan sejenisnya.
    5. Rambut tidak boleh dicat.
    6. Siswa siswi tidak boleh berkuku panjang dan tidak

 

                F. PELANGGARAN DAN LARANGAN / KOMITMEN

1. PELANGGARAN RINGAN

Segala perilaku yang menunjukkan ketidak patuhan terhadap ketentuan keimanan, kedisiplinan, kelakuan (kesantunan), kebersihan dan penampilan merupakan pelanggaran ringan.

  1. PELANGGARAN SEDANG
  1. Membolos
  2. Masuk KM/WC guru
  3. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan 3 hari berturut-turut.
  4. Membawa dan mengoperasikan HP saat jam pelajaran.
  5. Merusak fasilitas sekolah.
  6. Menghina teman, guru, karyawan, atau orang tua.
  7. Membawa sepeda motor.
  8. Membawa teman yang bukan warga sekolah tanpa ijin.
  9. Rambut tidak boleh di cat.

 

3. PELANGGARAN BERAT

  1. Melakukan tindakan kekerasan tawuran.
  2. Melakukan tindakan asusila.
  3. Merokok
  4. Mengkonsumsi minuman keras.
  5. Mengedarkan atau mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.
  6. Melakukan tindakan kriminal.

 

          G. SANKSI / KONSEKWENSI LOGIS

 JENIS SANKSI / KONSEKWENSI LOGIS :

  1. PELANGGARAN RINGAN

Pelanggaran ringan diberi konsekwensi logis yang bersifat pembinaan yang berupa rekam negatif pada Buku catatan kegiatan.

  1. PELANGGARAN SEDANG

Jika melakukan 1 kali pelanggaran sedang maka orang tua dipanggil ke sekolah. Jika melakukan kembali untuk yang kedua kali maka mendapat surat peringatan.

  1. PELANGGARAN BERAT

Setiap satu kali melakukan pelanggaran berat mendapatkan surat peringatan.

TINDAK LANJUT SANKSI / KONSEKWENSI LOGIS

  1. Surat peringatan pertama ( SP 1 ) ditindaklanjuti oleh orang tua/wali dan siswa dengan membuat surat pernyataan tidak akan mengulang dan bersedia mengundurkan diri apabila mendapat surat peringatan kedua.
  2. Surat peringatan kedua ( SP 2 ) ditindaklanjuti oleh orang tua/wali dan siswa dengan surat pernyataan mengundurkan diri.

             H. LAIN-LAIN

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan tata krama dan tata tertib ini akan diatur lebih lanjut oleh sekolah.
  2. Peraturan tata krama dan tata tertib ini berlaku sejak diumumkan dan apabila ada kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

 

Ditetapkan di Semarang

Pada tanggal 1 Nopember 2017

Kepala Sekolah

 

 

DIDIK TEGUH PRIHANTO, M.Pd

NIP 19660111 199802 1 002